Suara…

Di sebuah kota, sedang dibangun sebuah rumah. Disana terdapat banyak pekerja bangunan yang sedang bergotong royong mengerjakan pembangunan rumah itu.
Salah seorang pekerja menyadari adanya kekeliruan di atap bangunan tersebut. Ia menoleh sekeliling dan menyadari kalau pekerja yang lainnya sedang sibuk mengerjakan hal-hal lainnya, maka ia memutuskan untuk memeriksa sendiri keadaan di atap bangunan tersebut.
Ia memanjat bangunan itu dengan menggunakan tangga. Setelah memperbaiki kesalahan yang terdapat di atap, ia bermaksud untuk turun - dan menyadari kalau tangganya sudah tidak ada.
Tangga yang sebelumnya ia gunakan untuk naik ternyata jatuh, dan ia kesulitan untuk turun.
Pekerja itu kemudian memandang berkeliling ke bawah, ia menemukan teman-temannya sedang berkumpul mengobrol di sela waktu istirahat mereka, yang ternyata sedang membicarakan kekeliruan di atap dan hilangnya salah satu teman mereka.
Ia kemudian berteriak memanggil teman-temannya.
Ia berteriak sekali. Lalu sekali lagi. Sekali lagi, sekali lagi dan berulang kali, dan setiap teriakan terdengar lebih keras dari sebelumnya.
Tapi tidak seorangpun mendengarnya.
Ia mulai kehabisan suara. Kemudian ia menemukan kepingan uang logam di saku celananya.
Bermaksud untuk menarik perhatian teman-temannya, ia melemparkan kepingan uang logam itu ke bawah, dan menimbulkan bunyi berdenting dekat kakinya.
Ia berhasil. Salah seorang temannya menoleh ke arah jatuhnya uang logam itu. Sesaat, hanya untuk melihat, kemudian memungut uang itu dan memasukkan ke dalam sakunya sendiri sebelum meneruskan kembali obrolannya.
Pekerja yang terjebak di atap kemudian kembali melemparkan uang logam yang ada di sakunya, kali ini berusaha untuk mengenai tubuh temannya.
Tapi kemudian kejadian yang sama terulang. Temannya hanya menoleh sesaat, kemudian memungut uang logam untuk dimasukkan dalam sakunya.
Pekerja itu mengulang, dan kejadian yang sama terulang, lagi dan lagi, hingga uang logam dalam sakunya habis.
Akhirnya pekerja itu memungut kerikil dan melemparkannya kebawah ke arah teman-temannya.
Saat kerikil itu mengenai salah seorang temannya, barulah mereka menoleh keatas dan menyadari kalau teman mereka ada terjebak di atap, lalu kemudian mereka mengambilkan tangga yang terjatuh agar temannya bisa segera turun..

Kejadian seperti ini sebenarnya sering terjadi dalam hidup kita, hanya saja kita adalah pekerja yang berada di bawah.
Sebenarnya kita mengetahui ada kekeliruan, hanya saja kita seringkali enggan memeriksa dan memperbaikinya, menunggu orang lain yang menyelesaikan masalah kita.
TUHAN telah menegur kita, perlahan, kemudian semakin keras dan kita tidak memedulikanNYA.
Kemudian DIA menurunkan rezeki untuk kita, tapi kita tetap tidak menggubrisNYA.
Kita baru mengingatNYA, saat kita mendapat masalah, atau musibah yang DIA kirim kepada kita.
Mungkin, sudah saatnya kita untuk lebih banyak bersyukur, dan lebih peka mendengarkan ’suara-suara’ bahkan di tengah kesibukan kita.

Mungkin…



Leave a Reply